“Sang
jun-a… sang jun-a…. “! Seseorang memanggil
pak produser…
Mendengar nama produser d panggil, ammy mencari-cari keberadaan sang produser… dan menemukannya… ! ! Segera ammy mendekati produser sambil memanggil namanya… “Sang jun-sshii…. Dan produser pun menoleh dan tersenyum, kemudian berlalu di hadapan ammy.. tak lupa sang jun memegang kepala ammy dan berkata “bagusss…” kepada ammy. Ammy hanya bisa melongo karena di tinggalkan produser begitu saja,,,
Dan
ternyata sang jun berbuat demikian, karena melihat hanna yang ada di belakang
ammy.. dengan laju dan tanpa berkata apa
pun pak produser langsung memeluk hanna, sehingga membuat hanna dan ammy
terkejut. >,<
Seraya melepaskan pelukannya sang
jun berkata “Bagussss…” dan bertanya kepada hanna… “apakah kamu baik-baik
saja…??” belum sempat hanna menjawab, sang jun langsung mengomel dengan berkata
“ yang bangun panggung’a gag benar banget, sampai bisa membuat kamu jatuh
begitu”! (hahhahaha… pake nyalahin pak
tukang’a… padahal kan hanna nya yang jingkrak2…).
Lalu sang jun melanjutkan
kata-katanya “aku sangat khawatir” … mendengar itu, hanna reflek memeluk sang
jun kembali dengan cara melompat… sehingga membuat sang jun kaget lalu
tersenyum melihat tingkah hanna. (hahahha…
hanna-yaaa… ntar gantian loo sang jun’a yang roboh, lo gitu cara meluk’a…).
Setelah
selesai bekerja, hanna pergi minum-minum bersama sahabatnya. Dalam keadaan
setengah mabuk, hanna bercerita bagaimana
sang produser memperlakukannya hari ini. Hanna terlihat sangat senang.
Tapi, sahabatnya memperingatkan, agar hanna tidak terlalu berharap. Karena,
itu, akan menyakitkan dirinya sendiri.
Keesokan harinya, hanna melakukan
rutinitas biasanya sebagai penyanyi pengganti. Tapi, kali ini hanna bernyanyi
di studio rekaman hingga larut malam. Pulang dari bekerja, hanna di antar oleh produser, hanna meminta untuk tidak di
antar ke rumah, karena hanna harus mampir ke suatu tempat. Dan, mereka pun
sampai di depan rumah sakit jiwa tempat ayah hanna di rawat. Sang produser
sedikit kaget, tetapi hanna buru-buru turun dan mengucapkan terima kasih karena
telah mengantarkannya. Tetapi, sang produser berkata “ tunggu,..! aku ada pesta ulang tahun besok, jangan lupa datang yaa… “ .
dengan senang hati hanna menyanggupinya.
Pagi harinya,…
sahabat hanna mengatakan hanna mendapatkan kiriman paket, ternyata paket itu berisi sebuah gaun
berwarna merah dan ada kartu didalamnya. Bunyi kartunya seperti ini “ hanna-sshi, aku sangat berterima kasih untuk
kerja kerasmu, pakai gaun ini di pesta ulang tahunku”. Hanna berpikir ini
kiriman dari sang produser, dan hanna senyum-senyum sendiri melihat gaun itu.
Hanna datang ke pesta ulang tahun
produser, dengan mengenakan gaun pemberian produser hanna terlihat bahagia
sekali. Tetapi, para tamu-tamu yang lain menertawainya, Sang produser pun,
hampir tersedak melihat hanna yang berpenampilan seperti itu, lalu hanna
mendekat kepada produser, dengan penuh senyum hanna berkata “kamu yang mengirim, jadi aku memakainya
hari ini”. Sang produser kaget
mendengarnya, karena produser merasa tidak pernah melakukan itu.
Ammy baru saja tiba di
pesta ulang tahun itu, dan mengenakan pakaian yang sama dengan hanna. Semua
mata melihat padanya. Ini kontras yang terjadi pada hanna tadi. Semua orang
membandingkan mereka. Hanna hanya bisa tertunduk menahan malu. Lalu hanna beranjak pergi, produser bertanya
hanna mau kemana..? dan hanna beralasan mau ke toilet smbil membawa sebotol
minuman.
Sang produser berbicara dengan
ammy di toilet, produser bertanya kepada ammy mengapa ammy berbuat demikian,,
ammy menjawab “karena perempuan itu
membuatku gugup” lalu produser berkata “kalau
begitu, maka bernyanyilah” lalu
berkata lagi, “kamu piker aku
menyukainya..?? aku berlaku baik kepadanya, karena kita membutuhkan dia, untuk
itu berbaik-baiklah terhadapnya, karena jika dia pergi maka habislah kita semua”
tapi, ammy menolaknya, karena dia
harus tetap memberi pelajaran kepada perempuan itu (hanna).
Dan ternyata, hanna mendengarkan pembicaran antara
produser dan ammy. Hanna berada di toilet yang sama dengan mereka. Hanna
terluka mendengar kenyataan itu, hanna menangis terisak di dalam toilet sambil
menutup mulutnya agar tidak terdengar oleh mereka. T_T
Hanna memutuskan untuk
pulang, hanna sangat terpukul mengetahui kenyataan itu, ia berpikir untuk
menghilang saja dari dunia ini. Esok
harinya, hanna tidak pergi bekerja, hanna mengunci semua pintu dan jendela,
tidak hanya itu, hanna juga menselotip semua celah-celah udara yang ada di
rumahnya. Ia berencana untuk bunuh diri, hanna membuka selang gas kemudian
berbaring dikursi dan memejamkan mata menunggu ajal menjemputnya.
Tapi, hanna lupa mematikan telponnya… karena tiba-tiba
telpon hanna berbunyi, telpon itu dari pelanggannya. (hahahha,,, lucuuu bgt…. >,<). Lalu sontak hanna membuka matanya dan bergumam
“Haaaahhhh, kenapa aku tidak bisa mati
dengan tenang… “.
Bersambung
ke Part 3...........
















