Laman

Sabtu, 12 Oktober 2013

Sinopsis 200 Pounds Beauty "Part 2"

“Sang jun-a… sang jun-a…. “! Seseorang memanggil pak produser… 
Mendengar nama produser d panggil, ammy mencari-cari keberadaan sang produser… dan menemukannya… ! ! Segera ammy mendekati produser sambil memanggil namanya… “Sang jun-sshii….  Dan produser pun menoleh dan tersenyum, kemudian berlalu di hadapan ammy.. tak lupa sang jun memegang kepala ammy dan berkata “bagusss…” kepada ammy. Ammy hanya bisa melongo karena di tinggalkan produser begitu saja,,,


           

Dan ternyata sang jun berbuat demikian, karena melihat hanna yang ada di belakang ammy..  dengan laju dan tanpa berkata apa pun pak produser langsung memeluk hanna, sehingga membuat hanna dan ammy terkejut. >,<
Seraya melepaskan pelukannya sang jun berkata “Bagussss…” dan bertanya kepada hanna… “apakah kamu baik-baik saja…??” belum sempat hanna menjawab, sang jun langsung mengomel dengan berkata “ yang bangun panggung’a gag benar banget, sampai bisa membuat kamu jatuh begitu”! (hahhahaha… pake nyalahin pak tukang’a… padahal kan hanna nya yang jingkrak2…).
Lalu sang jun melanjutkan kata-katanya “aku sangat khawatir” … mendengar itu, hanna reflek memeluk sang jun kembali dengan cara melompat… sehingga membuat sang jun kaget lalu tersenyum melihat tingkah hanna. (hahahha… hanna-yaaa… ntar gantian loo sang jun’a yang roboh, lo gitu cara meluk’a…).     



Setelah selesai bekerja, hanna pergi minum-minum bersama sahabatnya. Dalam keadaan setengah mabuk, hanna bercerita bagaimana  sang produser memperlakukannya hari ini. Hanna terlihat sangat senang. Tapi, sahabatnya memperingatkan, agar hanna tidak terlalu berharap. Karena, itu, akan menyakitkan dirinya sendiri.
Keesokan harinya, hanna melakukan rutinitas biasanya sebagai penyanyi pengganti. Tapi, kali ini hanna bernyanyi di studio rekaman hingga larut malam. Pulang dari bekerja, hanna di antar  oleh produser, hanna meminta untuk tidak di antar ke rumah, karena hanna harus mampir ke suatu tempat. Dan, mereka pun sampai di depan rumah sakit jiwa tempat ayah hanna di rawat. Sang produser sedikit kaget, tetapi hanna buru-buru turun dan mengucapkan terima kasih karena telah mengantarkannya. Tetapi, sang produser berkata “ tunggu,..! aku ada pesta ulang tahun besok, jangan lupa datang yaa… “ . dengan senang hati hanna menyanggupinya.   
Pagi harinya,…  sahabat hanna mengatakan hanna mendapatkan kiriman paket,  ternyata paket itu berisi sebuah gaun berwarna merah dan ada kartu didalamnya. Bunyi kartunya seperti ini “ hanna-sshi, aku sangat berterima kasih untuk kerja kerasmu, pakai gaun ini di pesta ulang tahunku”. Hanna berpikir ini kiriman dari sang produser, dan hanna senyum-senyum sendiri melihat gaun itu. 


Hanna datang ke pesta ulang tahun produser, dengan mengenakan gaun pemberian produser hanna terlihat bahagia sekali. Tetapi, para tamu-tamu yang lain menertawainya, Sang produser pun, hampir tersedak melihat hanna yang berpenampilan seperti itu, lalu hanna mendekat kepada produser, dengan penuh senyum hanna berkata “kamu yang mengirim, jadi aku memakainya hari ini”.  Sang produser kaget mendengarnya, karena produser merasa tidak pernah melakukan itu. 




Ammy baru saja tiba di pesta ulang tahun itu, dan mengenakan pakaian yang sama dengan hanna. Semua mata melihat padanya. Ini kontras yang terjadi pada hanna tadi. Semua orang membandingkan mereka. Hanna hanya bisa tertunduk menahan malu.  Lalu hanna beranjak pergi, produser bertanya hanna mau kemana..? dan hanna beralasan mau ke toilet smbil membawa sebotol minuman.


Sang produser berbicara dengan ammy di toilet, produser bertanya kepada ammy mengapa ammy berbuat demikian,, ammy menjawab “karena perempuan itu membuatku gugup” lalu produser berkata “kalau begitu, maka bernyanyilah”  lalu berkata lagi, “kamu piker aku menyukainya..?? aku berlaku baik kepadanya, karena kita membutuhkan dia, untuk itu berbaik-baiklah terhadapnya, karena jika dia pergi maka habislah kita semua”  tapi, ammy menolaknya, karena dia harus tetap memberi pelajaran kepada perempuan itu (hanna).
Dan ternyata, hanna mendengarkan pembicaran antara produser dan ammy. Hanna berada di toilet yang sama dengan mereka. Hanna terluka mendengar kenyataan itu, hanna menangis terisak di dalam toilet sambil menutup mulutnya agar tidak terdengar oleh mereka. T_T 


Hanna memutuskan untuk pulang, hanna sangat terpukul mengetahui kenyataan itu, ia berpikir untuk menghilang saja dari dunia ini.  Esok harinya, hanna tidak pergi bekerja, hanna mengunci semua pintu dan jendela, tidak hanya itu, hanna juga menselotip semua celah-celah udara yang ada di rumahnya. Ia berencana untuk bunuh diri, hanna membuka selang gas kemudian berbaring dikursi dan memejamkan mata menunggu ajal menjemputnya.
Tapi, hanna lupa mematikan telponnya… karena tiba-tiba telpon hanna berbunyi, telpon itu dari pelanggannya. (hahahha,,, lucuuu bgt…. >,<).  Lalu sontak hanna membuka matanya dan bergumam “Haaaahhhh, kenapa aku tidak bisa mati dengan tenang… “.  


Bersambung ke Part 3...........





Tidak ada komentar :

Posting Komentar